Sistem Pendidikan
Perkuliahan dilaksanakan dalam dua semester (ganjil dan genap). Pelaksanaan proses pembelajaran tatap muka di kelas dilaksanakan selama enam hari kerja dalam satu minggu yang dimulai dari pukul 08:00 sampai dengan pukul 18:00 WIB dengan alokasi waktu mengajar yang teratur sesuai dengan jadwal yang telah disepakati dengan tim pengajar.
Matakuliah yang ditawarkan di Program Studi sebagai perwujudan misi yang dipertajam dalam rumusan tujuan dan sasaran telah mengedepankan efisiensi internal dan eksternal. Misi yang dibangun pada Program Studi telah mempertimbangkan semua hal termasuk pertimbangan efisiensi internal dan eksternal. Efesiensi internal dan eksternal tercermin dari kurikulum yang terstruktur dengan jumlah SKS 110 untuk DIII dan 144 SKS untuk program Sarjana, sementara untuk program non reguler atau program lanjutan dari DIII kesehatan sebanyak 63 SKS. sarana pembelajaran yang baik, akses internet, perpustakaan yang cukup, dosen yang berkualitas, ruang kuliah yang memadai, dan lain-lain telah menimbulkan proses pembelajaran yang efektif dan efisien.
Secara umum, perkuliahan dilaksanakan dalam bentuk tatap muka di kelas, tugas terstruktur dan mandiri dengan mengutamakan metode diskusi. Setiap mata kuliah dilengkapi dengan Rencana Kegiatan Belajar Mengajar (RKBM) dan Satuan Acara Perkuliahan (SAP). Dalam RKBM dan SAP ini tertulis dengan jelas hal-hal seperti: tujuan matakuliah, materi yang akan diajarkan, lamanya proses pembelajaran, metode pembejaran, alat/media yang digunakan dalam pembelajaran, metode evaluasi dan penilaian serta syarat-syarat lain terkait sistem pembelajaran yang diterapkan. RKBM/SAP/Silabus yang dikembangkan selalu mengacu ke visi, misi dan tujuan Program Studi yang ada sehingga tujuan selalu sejalan dengan strategi dan metode pembelajaran yang dikembangkan. Khusus untuk matakuliah praktikum (memiliki bobot praktikum), terdapat penyelesaian kasus di lapangan/pelayanan kesehatan baik kasus real maupun khusus simulasi.
Dalam proses mengajar, dosen telah menggunakan sarana pembelajaran dalam bentuk teknologi informasi. Dosen Program Studi menggunakan Laptop dan LCD. Sarana teknologi informasi lain yang digunakan dalam pembelajaran adalah Telpon/Fax, dan internet. Sarana ini digunakan oleh dosen dan mahasiswa dalam memberikan/mengerjakan tugas STIkes Dehasen telah menyediakan fasilitas internet seperti WIFI di seluruh ruang kuliah dan administrasi Fasilitas tersebut telah mulai digunakan oleh seluruh civitas akademika baik dalam memperbaharui materi kuliah maupun pemberian tugas online. Bahkan STIKes Dehasen telah memiliki fasilitas teleconference yang dapat digunakan untuk proses pembelajaran, namun fasilitas tersebut belum digunakan secara optimal.



